Pertimbangan untuk Penilaian Profiloplasti pada Pasien yang Datang untuk Treatment dengan Derma Filler

by

Treatment derma filler kini menjadi solusi koreksi estetika profil wajah yang semakin populer. Namun, aspek tampilan lateral wajah kerap tidak diperhatikan dan dipertimbangkan, jadi fitur inti wajah berupa hidung, bibir, hingga dagu, bisa berakhir tidak proporsional.

Mengapa demikian? Sebab, fokus penilaian treatment suntik filler tanpa operasi cenderung terlalu memperhatikan satu fitur wajah yang ingin dikoreksi saja. Hal tersebut dapat membuat hasilnya tidak natural dan profil wajah tidak harmonis.

Itulah mengapa, diperlukan profiloplasti yang menawarkan metode penilaian pre-treatment lebih terstruktur. Dokter estetika akan melakukan pendekatan langkah demi langkah yang holistik, jadi pasien mendapatkan fitur wajah yang diinginkan sekaligus profil wajah yang proporsional dan seimbang.

Untuk memahami penilaian profiloplasti lebih lengkap, simak artikel ini hingga akhir!

Pentingnya Penilaian Profiloplasti sebelum Treatment Derma Filler

Bagi Anda yang ingin melakukan treatment derma filler, sebaiknya melakukan penilaian profiloplasti terlebih dahulu untuk menjaga keseimbangan fitur hidung, bibir, serta dagu pada wajah.

Konsep keseimbangan tersebut bernama Ricketts’ Line, yang menekankan keseimbangan profil wajah dengan menarik garis dari hidung, bibir, hingga dagu.

Memperhatikan Rickett’s line diperlukan ketika Anda treatment derma filler, sebab fitur hidung, dagu, serta bibir saling berhubungan dalam membentuk profil wajah yang proporsional. Apabila hanya fokus pada salah satu fitur saja, maka hasil treatment cenderung tidak sesuai ekspektasi.

Ini berhubungan dengan dokter estetika yang sangat mengutamakan proporsi fitur wajah sebagai faktor utama dalam menilai daya tarik profil wajah. Hidung menjadi fitur wajah yang paling penting dan sangat berperan menentukan daya tarik profil wajah.

Pada profiloplasti, atau bisa disebut juga sebagai profile balancing, hidung akan dinilai terlebih dahulu. Setelah itu, dagu lalu bibir, yang penilaiannya mempertimbangkan hasil penilaian fitur sebelumnya untuk mendapatkan gambaran keseluruhan profil wajah.

Hidung dipilih jadi fitur yang dinilai pertama karena sifatnya yang krusial sebagai fondasi sudut dan garis ketika menilai dagu serta bibir. Jika hidung tidak dinilai pertama, maka garis standar yang digunakan sebagai pengukuran pada treatment akan mengacu pada struktur tidak pasti.

Dampak negatifnya di masa depan adalah ketidakseimbangan profil wajah. Maka dari itu, memastikan bahwa proyeksi hidung sudah seimbang wajib dicapai sebelum melanjutkan ke penilaian terhadap dagu dan bibir.

Apabila tiga fitur wajah tersebut telah dinilai, maka treatment derma filler pun akan lebih terjamin keseimbangan hasilnya.

Konsep tersebut telah diterapkan pada dunia bedah. Contohnya, pada pengangkatan bibir atas, apabila tidak melakukan rhinoplasty terlebih dahulu dan langsung treatment bibir, maka estetika hidung akan terkena dampak negatifnya.

Semoga setelah menyimak pembahasan di atas, Anda memahami bahwa penilaian profil wajah yang terstruktur langkah demi langkah dengan profiloplasti sebelum derma filler penting untuk dilakukan.

Selain mewujudkan pendekatan perawatan derma filler yang lebih holistik, Anda juga harus paham bahwa terlalu fokus pada satu fitur wajah tanpa memperhatikan fitur lain akan berdampak pada profil wajah yang kurang proporsional.

Referensi:
https://drive.google.com/file/d/1MEj0cDn0Hd3xxH6hGzjAVAA9lW6QQp93/view
https://harpersbazaar.co.id/articles/read/4/2022/17125/profile-balancing-perawatan-yang-mampu-menyeimbangkan-proporsi-wajah#:~:text=Profiloplasti%20atau%20yang%20biasa%20disebut,proporsi%20wajah%20melalui%20penggunaan%20filler.
https://www.halodoc.com/artikel/ini-prosedur-derma-filler-yang-perlu-diketahui

LATEST POST