Filler yang banyak di gunakan sampai saat ini adalah filler dengan bahan hyaluronic acid. Karena relative aman dan mudah di terima oleh respon imun tubuh. Tapi banyak juga beredar skin booster dengan bahan yang sama, yaitu hialuronic acid. Terus bedanya dimana?
Perbedaan utama adalah di berapa lama hyaluronic ini diserap oleh tubuh kita. Skinbooster rata rata dibuat oleh kandungan hialuronic yang murni dan tidak dimodifikasi. Artinya bahan ini akan langsung dimetabolsme oleh tubuh dan diserap dalam waktu 2 sampai 4 hari. Sehingga langsung dapat memberikan hasil dalam waktu 4 hingga 7 hari setelah bahan ini diserap sempurna oleh tubuh kita.
Sedangkan filler, menggunakan hialuronic acid yang telah dimodifikasi, dan diberikan bahan tambahan berupa crosslink dengan tujuan untuk mengentalkan bahan hialuronic dan mencegah bahan ini cepat dserap oleh tubuh. Karena bahan ini dimodifikasi khusus hingga mengental, maka filler bisa digunakan untuk keperluan memberikan tambahan voluma atau membentuk struktur tambahan di tubuh. Dan dikarenakan ada bahan tambahan crosslink ini, filler tidak bisa langsung diserap oleh tubuh kita. Filler bisa mulai terserap mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun, tergantung seberapa jauh modifikasi filler dan seberapa banyak penambahan crosslinknya. Hanya saja yang perlu di ketahui, makin tinggi tingkat modifikasi dan makin banyak penambahan crosslink, sifat partikel hialuronic acid ini akan mulai berubah, dan reaksi penolakan tubuh juga akan makin tinggi. Nah ini yang harus dievaluasi dengan betul oleh dokter dan pasien, agar tetap mendapatkan filler yang aman dan hasil yang terbaik.