Jenis filler HA

by

Banyak dari dokter dan pasien agak bingung, dengan banyaknya merek filler hyaluronic acid yang beredar di Indonesia. Banyak yang bertanya, apa bedanya? Saya lebih cocok yang mana? Mana yang lebih bagus atau lebih jelek? Kenapa harganya berbeda2?

Untuk menjawab itu, akan di jelaskan tipe2 filler hyaluronic acid berdasarkan proses pembuatannya

  • filler monophasic
    • filler ini mengutamakan ke kerasan product, atau ke kakuan productnya. Sehingga product filler tipe ini sangat ideal untuk dipakai pada penempatan yang lebih dalam, dan lebih memberikan projeksi yang menonjol.
    • Kekerasan product ini bisa berarti keunggulan lebih hemat product, tp juga bisa kekurangan, di karenakan lebih gampang menonjol dan tidak bisa elastis mengikuti Gerakan kulit kita.
    • Pengunaan umumnya adalah untuk pada lapisan diatas tulang atau di bawah otot
  • Filler monophasic
    • Filler tipe ini bersifat lebih lembut dan kebanyakan lebih elastis dan fleksibel
    • Filler tipe ini lebih cocok di gunakan di area lapisan lemak, krn perabaan menyerupai lemak dan elastis bisa menyesuaikan dengan gerakan otot
    • Hanya saja filler tipe ini, kurang memiliki projecksi yang tinggi, sehingga untuk membuat kontur dan struktur tulang, biasanya membutuhkan jumlah filler yang lebih banyak.

Selain pembagian filler berdasarakan sifat nya

  • G’ atau plastisitas
    • Makin tinggi G’ nya, artinya filler itu akan makin keras, sehingga penempatan filler ini harus makin dalam dan makin tidak bisa di rubah bentuknya setelah di suntikan
  • Cohesivitas arau kelengketan
    • Makin cohesive product ini, sifat akan seperti madu. Dia akan menyebar dan lengket . Makin tidak cohesive, product filler ini akan seperti air. Dia menyebar dan berpisah2 fillernya.
  • Flexibilitas atau elastisitas
    • Makin tinggi elastisitas product ini, artinya product ini akan makin seperti karet. Dia bisa berubah bentuknya, tapi nanti product ini akan Kembali berkumpul dan Kembali ke bentuk aslinya. Jadi seperti kita bermain squissy.

Nah dari penjelasan di atas kita bisa melihat sifat sifat filler. Sehingga kalau kita menggunakan product dengan tipe yang salah dan pada area yang salah, hasil bisa akan menjadi jelek. Contoh, kita mengisi garis senyum atau nasolabial. Area tersebut merupakan area yang sering bergerak. Kemudian kita menggunakan product yang rendah tingkat cohesivitasnya, sehingga seiring dengan waktu, filler tipe ini akan mengalami perpindahan tempat dan menyebar.

Jadi tidak semua jenis filler bisa di gunakan untuk semua area. Tiap area membutuhkan filler jenis tertentu, dan nanti akan tergantung juga dari tehnik penyuntikan dari dokternya.

LATEST POST